Showing posts with label Something About Me. Show all posts
Showing posts with label Something About Me. Show all posts

9.03.2014

Apa yang Terlewatkan

Berbulan-bulan aku tidak menulis di blog ini. Kurasa aku terlalu sibuk sendiri walau tidak jelas. Kurasa sekarang sudah basi sekali ceritaku. Namun, biarkan aku menyingkatnya ya...

Mei:
Aku berhasil lulus dengan gelar Sarjana Hukum. Entah apa yang aneh atau memang itukah yang dirasakan mahasiswa setelah selesai sidang skripsi. Aku senang sedetik, lalu biasa saja. Heran. Oh ya, hal baru lainnya, aku memutuskan belajar bahasa Perancis! Sepertinya memang aku harus mulai menyentangi barisan keinginanku yang pernah aku buat dahulu.

Juni:
Aku sibuk mengurusi perintilan pascasidang. Hardcopy Skripsi, Surat Publikasi Naskah Akademik, dan Pendaftaran Wisuda. Merepotkan sekali, namun senang tentunya karena hati sudah tenang. Di bulan ini aku juga mengadakan random trip ke Yogyakarta dan Dieng Plateau. Superfun!

Juli:
Agustus aku kebanyakan gegoleran di rumah dan datang ke Sidang Skripsi teman-temanku. Akhir bulan aku main-main ke Thailand. Percayalah, kalau kalian suka belanja, bawalah koper kosong dari Indonesia hahaha barang-barangnya murah sekali dan bagus-bagus. Disana juga banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi. Pada dasarnya memang aku suka museum dan temples. Jadi superhappy! Sayangnya teman-temanku di Thailand yang kukenal saat WMUN Melbourne dan ALSA Conference lagi pada liburan ke luar kota dan luar negeri karena mereka lagi libur kuliah. Turned out I didn't get the chance to meet anybody.

Agustus:
Gabut lagi. Mama Papa makin cerewet nyuruh daftar kerja. Tapi aku kekeuh, pengen puas liburan dulu. Hehe. Wisuda juga baru saja selesai Sabtu lalu. Another big thing is coming: job hunting! :')

At Rektorat UI

5.07.2014

Pencapaian

Pencapaian adalah ketika mengingat tidak lagi merasa sakit yang menghimpit di dada. Otak boleh saja memutar penggalan memori, tapi hati tidak perlu merasakan lagi.

Ya, bagiku itu semua adalah sebuah pencapaian. Dalam hal ini kurasa... peran waktu sangat besar.

5.09.2013

Two for Thursdays


Entah sudah berapa dekade aku tidak lagi berpergian sendirian. Bukan, bukan sendirian dalam rangka berangkat kuliah atau makan sendirian di Kutek. Yang kumaksud adalah benar-benar aku ke suatu tempat sendirian. Sepertinya aku mulai hiperbolis.
Hari ini aku menemukan sekelibat diriku yang lama. Lama, ya, se-lama itu kalau seandainya harus kugambarkan.
Tepatnya dua jam lalu aku menikmati lantunan musik favoritku setelah sebelumnya mengantri di barisan panjang dengan wajah orang-orang yang tak familiar di mataku. Agak aneh memang rasanya, namun aku perlahan terbiasa dengan mencoba mengalihkan perhatianku ke telepon genggam yang dari tadi seakan tak berguna karena jaringan kartu selularku yang suka naik turun. Saat mengantri aku sadar, entah kapan terakhir kali aku punya waktu untuk diriku sendiri.
Di pertengahan saat umurku masih belasan dahulu, aku pernah suka berpergian sendirian. Kali ini justru kupertanyakan. Tapi bukankah aku harus belajar? Aku pernah dengar suatu kalimat, kebahagiaan hanya nyata ketika dibagi.

Namun ini kusadari justru diriku yang dahulu. Bagian diriku yang pernah hilang, entah kapan, entah  kemana.

7.13.2012

My wish: To travel.

Have you ever wished your life would be more like those in the movie? Yep, I've been thinking about many things recently. My seniors graduated. My friend's friend got married. My close friend tried to build a business on his own. What I gotta do with my life? The very first thing I know is... I want to travel. Yes, I always want to travel the world. Seeing new places, new things, new people. I realize I need lots of money to make it come true. 
The question is.... how to make money?

2.02.2012

Harapan Jangka Panjang

Tanpa mengurangi rasa Nasionalisme, gue ingin 'hidup' di 'luar'. Gue ingin berkeluarga dan tinggal di luar setelah gue lulus kuliah nanti. Ada banyak alasan kenapa gue memilih untuk tinggal di luar. Gue tau, nilai-nilai kenegaraan di negeri kita ini baik, sangat baik. Ramah, sopan, dan masih menjunjung tinggi nilai ketimuran yang menurut gue sangat baik untuk tempat mendidik anak, dilihat dari segi manapun. Gue suka hidup di Jakarta. Keinginan gue untuk pergi keluar sudah gue didamkan dari gue SMP. Gue ingin dunia baru. Gue tau kalau gue tinggal disana pasti akan ekstrakeras untuk bertahan hidup, dengan living cost yang bikin keringet gue bisa dikiloin per harinya. Gue hanya ingin belajar, melihat, merasakan. Dengan segala kemampuan, keterbatasan, itu semua menguatkan keinginan gue untuk melihat dunia. Gue nggak masalah tinggal di flat atau rumah kecil di suburban. Gue hanya berusaha yakin, banyak yang bisa gue terima disana, yang nggak bisa gue terima disini.
Pada akhirnya, ketika usia gue telah beranjak umur 50an nanti, gue ingin kembali ke Indonesia. Untuk tugas amal yang sudah gue list di masa depan, gue idamkan dari kecil, untuk membangun sekolah, dimulai dari sekolah kecil, tapi makin lama makin banyak di kota-kota kecil di Indonesia. Gue akan berusaha untuk dapat merealisasikannya. Pasti ada setidaknya secercah harapan dari sejuta mimpi yang gue punya.

5.14.2010

Mono-lo-gue

Sometimes I think it's gonna be better if I never told you guys who I am. I just wanna write freely, you know. I just wanna write everything that I want to write. Without hard feelings or statement which is hurting those who read my writings.

There are a lot of monologues inside my mind. A lot of wearinesses.

I find it fun to be anonymous...

5.10.2010

Alhamdulillah

Alhamdulillah I'm accepted in University of Indonesia. I missed the Accounting, but I got the Law. Yes, Faculty of Law, University of Indonesia. OH MY GODDDDDDDDDDD, I CAN'T BELIEVE IT!

8 May in the morning, I missed sholat tahajud. And I woke up late. I prayed subuh and then did the dhuha too. I buzzed off myself to take the newspaper, Kompas. And thank God, I was in the list. Not the accounting, but law. Thank God.

Thankyouuuuuuuuuuuuuu.... for your prayers, support, attention, love and everything. It means so much for me. Thankyou.

Good luck to those who join the UMB, I know you can get it! And good luck for the Snmptn too. God bless you!

I posted about my failure in Unpad (my previous post). but now i realize that God gives me what the best for me. :) Alhamdulillah.

5.05.2010

Sucks

5 May : I messed up. I need a shoulder. I need a friend. I had blown the chance.

*Gosh I took 30 minutes to write that line, I'm really fucked up. But why can't I let myself to pop this heavy burden out of my mind?*

12.19.2009

Twitter

Catch me on Twitter guys. Sometime I find myself too lazy to type much so then I've been doing the micro-blog. Follow me, thanks!

10.31.2009

Sweet Seventeen

I'M SEVENTEEN!

Yes, I'm seventeen now. I had a blast!

Thursday 29th oct 2009 11:50 pm, I got a new iPhone 3G from my Aunt and Uncle! How cool is that huh? Hahaha what a great beginning :) Love you

Friday 30th oct 2009, 06:00 am. I got a birthday surprise from my guy, Aufar. Which was a morning shocked! He came to my house after i had taken a bath just at the very moment, brought a cake, it was written "HAPPY BIRTHDAY" I bet i looked messy seriously. And he gave me present from his mom and his aunt, he DID NOT give any that morning.

And then I went to school with him, and my 2 lil sists, Kania and Carin.....

At school, It was same as the other day, but yes of course "Happy Birthday Audy" and hugs and kisses from my friends. Hmm, Dea Mute Yasmin Tyka were so busy with Reyhan and his laptop. But I didnt really care, I mean I didnt realize something peculiar that time.

Time went by... finally it was a break time. And suddenly, Dea came and covered my eyes with her purple mukena. I couldnt see anything. Mute Dea Yasmin drove me to XII IS-1 and they were having fun on me because my blindness. "Lurus dy lurus.. Kanan.. Balik Kanan.. Geser 2 langkah..." Grrr siaul! When I heard a happy birthday song, I opened my eyes and found a Strawberry Pie. Awwwwwwwww Dea made it for me. What could be sweeter than that? Awww. I cut the pie and gave it to Tobeli and then others. Everyone wanted the pie, they were soo razzle dazzle.The pie dissapeared in a blink! It was friggin deliciosoooooo! Thankyou Dea Diani, I love you. And Mute Yasmin I love you too. Tyka, I'm sorry you missed the cake, but I still love you though hehehe.

Theeeeeeeeen, school's over. I was buzzing off myself to get home asap. I prepared for everything, because the party held that night.

At the party....
Nita-Nemoy was a first guest!
Wirman Adit Randy Danta Irham were the second!

I often looked at the door and Aufar Mute Dea Yasmin Tyka had not come yet! Grrr made me wanted to punch them till down. Next, the party was opened. I gave a spontaneous speech so did my mom. And suddenly came from nowhere, Aufar showed up and in his hands there were a big cheese cake which made by my grandma. And there were Tyka Mute Dea Yasmine too, holding a big frame. Yes, they made me a big frame filled with my photos, from my childhood until now. And they also made me a video, but it couldnt be played at the party, I LOVE THEM!

Tyka gave a lil speech so did Aufar. And GUESS WHAT?! HE GAVE ME A LOMO! FISHEYE! OH MY GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOD! Thankyou dear!

The Party was grrrrreat. There were silly games too. And Dhela Adisti Anggi Jordan Rezhi Alifa sang me and the guests some songs.

My Friends since Elementary : Andrea, Nanda, Santi and Junior High: Jordan Ilona Brian Leon Mila Nita Tyas. There were Ruben, Arief, Dwen, Widy, Ardy, Bastian, Escada, and Kevi too. And others were Alpus1ers!

Special Thanks to Mom and Dad and my fams, and thanks for coming friends, felicitates and compliments, hope you guys had had a gr-r-r-reat night. Sorry if there was a imprudence or something out of you guys favor.

Cheers, Hugs and Kisses!

8.21.2009

Sweeter is better

I have one here,
but I want sweeter :(

Sometimes, you just can't get everything you want. Those criteria which you want them so bad are not inside of one person. They're like spreading everywhere.

Dear, can you be sweet in every way?

7.09.2009

Daily?

You. Never. Get. It.
You. Never. Listen.

6.13.2009

Sweet

Awwwwwww, that's so sweet. I found it on Google. But I forget the url, sorry. I wanna be that girl who has written this!

"It's okay, i still love you"

5.29.2009

Complicated

I have a thing. Can't tell. Tapi gue bingung apa yang bisa gue lakuin kalau bukan cerita. Kalaupun gue cerita, mereka hanya akan bisa ngasih gue opini. Sedangkan yang gue butuhkan itu fakta, tapi entah fakta apa. Gue juga bingung.
Diluar daripada itu, I'll stay. I know there are too many 'buts'. But, for what? But, For whom? But, why should I stay if no one needs me anyway? Where can I hold on? No branches no waterpipes, and within minutes I will fall into the ground. So, what now? Why should I stay if it's possible that I'm the one who gonna fall? Instead of those questions the bold one is I'm staying here. I'm going nowhere.
Whoever read this, I mean it.

5.15.2009

Reality vs Dream

One day, the Princess said,
"Dream spoils me

Reality kills me
It'd be better to dream then
We can run away from facts"

And the King said,
"Oh keep dreaming, you my lil' princess
Someday you'll fall into the ground
Next, you can't even stand with your own feet dear one
Unless you make it real"

Written by Claudia Anjani

5.14.2009

Sable

Is it some kind of his hobby making these tears won't stop?
Or am I too whine facing that kind of situation?
Fragile, again, huh?

As Black As Pitch

Problems. Problems. and Problems. How can we handle them all?
Arguing. Yelling. Saying bad words. Switching off the mobile phone. Waiting each other to call.
Don't you think it's too peculiar for us? We've been 19 months for God's sake!
Gosh, we need to refresh, new circumtances, and new places to go.

5.11.2009

Never Flat

Gue nggak tau deh ya gue kenapa. Kepala gue terus berpikir, tapi gue nggak tau mikir apa, arahnya kemana, dan bahkan (gue yang biasanya selalu cari akar dari yang gue pikirin) nggak tau gue bisa kayak gini berawal dari mana.
Bukan marah. Bukan kesel.
Gue capek. Semua monoton. Semua nggak asik. Dan hampir semua buruk. Kalau ini namanya roda kehidupan, mungkin sekarang gue ada di bawah.
Mungkin gue terkesan nggak mensyukuri. Tapi gue pengen yang dulu. Gue bukan Doraemon yang bisa ngerubah waktu. Lalu apa sekarang? Jalanin aja? Hffeeehhhh
Gue nggak butuh hidup gue seindah dongeng-dongeng. Happily ever after? Gue rasa itu bertolak belakang sama Roda Kehidupan yang membuat gue tau : Life's never flat. Mungkin gue dulu masih bisa dibohongin sama kisah kisah Princess di Disney. Dulu pernah menjadi philosophy hidup gue saat gue TK. Gue jauh lebih percaya roda kehidupan, karena gue bukan anak kecil lagi.

5.09.2009

Adil?

Apa yang lo tanam, itulah yang lo panen
Apa yang lo tebar, itulah yang lo tuai
What you give is what you'll get

Salah satu teman bertukar pikiran gue membuka mata gue. Nggak semua hal itu benar. Dulu, sampai awal bulan ini, gue masih percaya 100% sama ketiga kata diatas yang artinya memang sama.
Awalnya gue yakin, kalo lo baik sama orang lo akan dibaikin lagi. Ketika lo nggak jahat sama orang, lo nggak akan dijahatin lagi. Dan seperti yang sering gue denger waktu kecil, entah dari siapa gue lupa : 'Kamu jangan pukul dia dong, emangnya kamu mau dipukul?'
Statement itu tertanam dan tersosialisasi diotak gue. Kalo lo nggak mau dipukul, jangan mukul.
Tapi ketika teman gue beberapa pekan lalu berargumentasi sama gue, begini nih ceritanya :

A(udy) : 'Lo nggak bisa gitu dong. What you give is what you'll get man. Berlaku adil dong lo!'
T(eman) : 'Jaman sekarang nggak ada yang namanya adil'
A(udy) : 'Ada! Lo nggak bisa ngomong gitu lah'
T(eman) : 'Dimana mana ada yang menang ada yang kalah'
A(udy) : 'Siklus kehidupan?'
T(eman) : 'Hidup itu kejam. Lo baik sama orang, lo ngasih hati lo buat orang itu, dan dia campakin lo? Itu yang namanya adil? Orang itu adil ke elo? Selalu ada yg diatas dan ada yang di bawah. Dan skrg posisi lo di bawah'

Intinya dari percakapan itu gue mendapat satu statement. 3 kalimat diatas tadi itu cuman berlaku saat perhitungan apa lo masuk surga atau nggak ketika kiamat nanti.
Kenapa statement gue berubah? Karena kenyataannya memang gue pernah merasakan ketidakadilan.
Gue sering bertanya-tanya, 'Salah apa sih gue si A sampe dia jahat gitu ke gue?'. Tapi nyatanya gue juga jahat sama si B. Gue berlaku tidak adil ke B. Dan gue mengalami ketidakadilan dari si A. Semua itu berakar. Intinya Siklus Kehidupan. Entah lo ada di waktu yang salah dan situasi yang salah. Ini emang nggak adil, dunia memang nggak adil untuk situasi dan kondisi tertentu yang menyakitkan (di mata gue).
A jahat ke B, B sakit hati. B terpuruk ujung-ujungnya menyakiti hati C, si C kecewa dan merasa semuanya nggak adil kenapa dia bukan di posisi si A aja biar menyakiti bukan disakiti.

Gue bener bener nggak ngerti! Adil nggak adil? Semuanya jadi lebih terlihat sulit semakin banyak gue bertukar pikiran. Terlalu banyak pertimbangan.

5.08.2009

Realistis

Berpikir realistis? Identik dengan menyakitkan dan ujung-ujungnya sakit hati? Kalo gue liat dari mata gue, jawaban gue : Nggak, kalau kita ngomogin jangka panjang ya. Kenapa?
Kalau gue, sesakit apa pun itu, seberat apa pun gue harus nerima itu, gue nggak pengen berandai-andai lagi,
'Seandainya saat itu gue..'
'Ah sumpah ya coba gue nggak .. harusnya kan gue .. '
Sekarang apa gunanya coba? Menyesal? Udah berjuta-juta orang bilang kan kalo penyesalan datang belakangan? Terus apa gunanya lo tetep berandai andai? Itu cuman buat diri lo merasa bersalah dan ngerasa bodoh lebih dan lebih lagi. Dan sekarang buat apa lo membuat diri lo bodoh di depan diri lo sendiri? Memangnya lo mau jadi orang bodoh? Malu man!
Berpikir berdasarkan fakta. Itu maksud gue. Ketika lo pengen mendapatkan nilai 100 dari guru lo, tapi bahkan lo nggak berusaha keras untuk dapetinnya, menurut lo, lo pantes dapetin itu? Dan lo langsung down karena lo gagal? Apa gunanya?
  • Fakta pertama : Lo pengen banget dapet 100
  • Fakta kedua : LO NGGAK BERUSAHA MAKSIMAL
  • Fakta ketiga : Lo dikasih nilai 20 sama guru lo
Nah sekarang pertanyaan gue, 'Kenapa guru lo harus ngasih lo nilai bagus kalo lo aja nggak berusaha?'
Lihat fakta. Lihat dari sisi lo apa yg udah lo usahain. Lihat dari sisi guru lo kenapa si guru bisa ngasih nilai jelek.
Ini perumpamaan. Mungkin terlalu simpel situasinya. Tapi apapun masalahnya. Lo harus pandang dari semua arah kan? Kalau menurut gue, itu bakal melatih kepekaan lo kok, It works for me, really
Berpikir Fakta dan cari akar permasalahannya. Dan pertanyakan sm diri lo, 'Kenapa kayak gini ya?' Jadi lo nggak usah ulangin lagi di masa masa berikutnya.
Realistis. Kalau lo terus berhayal? Sekalinya lo sadar dan lo jatoh, mungkin susah untuk lo berdiri lagi.

Gue pun masih berusaha, jadi jangan takut mencoba.