Showing posts with label It's Him. Show all posts
Showing posts with label It's Him. Show all posts

11.18.2009

This is Love



What he said, comforted me.

those 3 magic words
you made me feel safe.

11.05.2009

Kemungkinan

Terlintas di kepala gue, kalau gue dan dia harus pisah kota bahkan negara setelah SMA...
Apa kamu bisa jadi Keenan dan aku bisa jadi Kugy? Keenan di Bali dan Kugy di Bandung.
Apa kamu bisa jadi Diaz dan aku bisa jadi Sisy? Diaz di Jakarta dan Sisy di San Fransisco
Mereka bisa bertahan, bahkan bertahun tahun.
Apa kita sanggup?
Atau nanti malah kita kayak Radith sama si Kebo? Sama-sama maksain perasaan dan keadaan. Padahal mereka emang udah nggak melihat 'bulan' yang sama.
Apa kita cukup kuat dan cukup sabar?
Pertanyaan dan keraguan butuh jawaban.

10.22.2009

8th October 2009, The Report


Guys, I forgot to tell you that Finally Aufar and I celebrated our 2nd anniversary. Guess what? He picked me up at 6.00, bought a cake, and made me a scrap book too! I was friggn surprised, its like my Aufar. made. me. a. scrap. book. Oh! Unbelievable! Was it for real? (yes, i'm slapping my cheeks now :P)



Loveyoumore, xoxo!

10.01.2009

Yours and Mine







What do you prefer to say?
I'm yours or You're mine?


9.14.2009

It's Aufar's


Kemarin, 12 September 2009, pacar gue yang bernama Aufar ulangtahun. Gue ucapin ulangtahun ke dia setelah dia ngomel ngomel tanpa sebab ke gue sekitar jam 10an, entah lg kenapa kali dia, padahal di mobil pas dia nganter gue plg fine fine aja. Jadi sekitar jam 12:05 gue sms dia:

'Happy Birthday Aufar sayaaaaaang! Maaf mungkin aku bukan yg pertama ngucapin. Semoga di 17 ini jd lebih baik, lebih dewasa, lebih perhatian. Semoga di tahun ini kamu bisa masuk UI atau ITB. UAN sukses, Nem bagus. Amin. Love you :)'

Oke, setelah sms gue pergi tidur--

Hari itu gue sukses buat Aufar bt berat. Pagi-pagi gue terbangun dgn suara geter-geter hp esia, di layarnya ada nama 'rafua', dan gue angkat, 'hmm? hoaaaahm'. Jadi pagi itu dia bangunin gue, dengan suara gue yg mengantuk gue ngucapin Happy Birthday lagi tanpa semangat, dan dia minta maaf mengenai tadi mlm, sedikit perbincangan dan selesailah masalah td mlm. Gue memang sedikit tidak menanggapin telfon dia saat itu, alasan major: emang niat ngerjain bikin kesel, minor: gue ngantuk beneran.

Lalu perdebatan berlanjut di sms :
Au : Males ah
Cl : Yah kok marah2 melulu. Maaf ya
A : Iya dah
C : (gue ngetik balesannya sambil tersenyum) Jgn marah2 dong kan lg ulangtahuuun ya ya
A : Iya2
C : (semakin tersenyum) Pups jgn mrh mrh dong. Nanti aku kesana jam 5an deh, mau anter mama dulu ke cinere ke rumah uwa adang ada acara arisan keluarga. Ya? Jgn mrh dong maaf :S
A : Elah, gausah ke rmh jg gpp kali. Ngapain jg kesini
C : (Wee gawat nih!) Insya Allah aku ksn sorean mau ke cinere dulu kan, ga enk lah ga dtg ke acara kluarga. Jgn mrh2 lah, kan udah mnt maaf
A : Yaudah aku yg minta kamu gausah dtg. Aku mau pergi
C : Tuh kan msh marah. Kan lg ulangtahun jgn mrh2 dong, lebih dewasa dong ya.
A : Yaudah sih, ulang taun doang. Gaush di besar2in jg

Gue pengen ketawa tapi khawatir juga, kalo tiba-tiba Aufar pengen pergi keluar rumah apa kabar deh surprisenya. Gue blg mamanya buat ga ngizinin Aufar keluar rumah, dan benar, mamanya memang udah wanti wanti dr kmrn :)

Gue berangkat sekitar jam 3an dari rumah, awalnya gue panik si mbak gue yg biasa nganterin nggak ada, untungnya ada si Supri, alhasil gue minta anterin dia naik Mio ke Toko Buku, beli kartu ucapan. Lalu ke Parish, ngehias kue buat Aufar. Baru ke Alpus. Gue janjian sama yg lain di Amigos. Alifa dateng, lalu Rezhi, Tyka Mute Lia, Dea Danang, Uday Maureen Chaulla Ijan, Sidqi, dan rombongan Bejo (yg akhirnya ga dateng ke Aufar).

Gue sms Aufar: 'Fa aku ke cinere ya rmh wa adang. Ily' Haha bohong banget!
Lalu foto-foto lah kita berhubung si Tyka punya SLR CANON baru kan. Yang lain nulis di Spanduk buat Aufar yg di design Andhibul (Thanks anyway ya Andhibul walau lo ga bs dateng).

Akhirnya setelah semua selesai tunggu2an, kita konvoy berangkat. Pake nyalain lampu hazzard segala. Di jalan gue, sms Aufar, rencananya sih mau buat dia tambah bt : 'Fa aku msh di cinere nih, kayaknya buka disini deh. Jadi abis buka baru bs kesana. Mungkin jam 8 baru sampe. Macet nih soalnya huhu. Maaf ya fa maaf'

Mobil Aufar, Danang, dan Ijan : Kloter 1. Mobil Dicky, Dhela & Uday : Kloter 2. Dhela kepisah mau isi bensin. Agak macet tuh. Dan akhirnya sampailah kita di rmh Aufar. Gue Dea Tyka Lia Danang Mute Ijan Chaulla Maureen Uday Rezhi Dicky Prita nunggu dulu diluar nunggu good timing, eh tiba2 adzan.

Lalu kita masuk sambil nyanyi Happy Birthday. Gue pegang kue, dan entah Tyka atau Rezhi pegang spanduknya. Aufar surprised gt ngeliat kita. Tampang btnya langsung ilang. Gue senyum2 aja, sumpah gue seneng banget ngeliatnya, nggak sia-sia bgt deh perjuangan gue :) Lalu Aufar tiup dan liat spanduknya.


Semuanya berlangsung ya biasa, makan ketawa2 ngobrol. Makanannya mantep deh catering kawinan gitu, berasa kawinan abis gue. Dan Aufar ga baca sms bohong gue yg terakhir, huhu sial pantesan ga bls ngomel gitu. Lalu Dhela Natasya dateng. Disusul Bimo, Adiva, Kevi Escada, Adjie, Dana. Akhirnya sampai lah disaat dimana Aufar diceburin. Setelah dia diceburin dia gendong gue dan alhasil gue juga jadi basah. Dan yg lain menyusul keceburnya.

Selesai berenang, semua ganti baju. Abis itu datenglah cewek-cewek OSIS kelas 11, Sacil Keicha Tia Indang Beby dan lainnya. Dan Aufar tiup lilin setelah sepatah duapatah kata dr dia.

Dan kue akhirnya ditiup~
1st cake : Mama
2nd cake : Papa
3rd cake : Gue
4th cake : Nenek
5th cake : Rezhi

Gue sekalian kasih kado. Kado dia Jam Lego, dipinggirnya gue penuhin serbuk kayu sm kuaci haha. Gue boongin kalo itu isinya hamster hehe. Alhamdulillah dia suka :)

Okay lemme tell you the surprise destroyer : Adek gue, Kania. Dia sore sore chat sm Aufar di Facebook dan bilang, 'Iya nih kak Odinya mau krmh kak Aufar kok' Grrrrrrrrrrrrrr mau marah, mau marah. Arghhhhhhhhhh

Makasih ya mama papa Aufar, Bia, dan tante-tantenya Aufar & Teman-teman semua yg udah dateng ke surprisenya Aufar (nama-nama yg disebutkan diatas), Pak Rodo, Pak Saman, Oom Man, dan Pak Basir serta supir anak kls 11 yg gue gatau namanya siapa.

Thank God for last night, I was glad he loved and believed the entire lies I've said. He smiled a lot last night, keep smiling my dear Aufar. You're turnin 17 mi cielo!

Love you more, votre le huit octobre :)

6.30.2009

Dream

Life is never easy for those who dream
Robert James Waller

I'm afraid to dream since that day,
Why? you'll figure it out

6.14.2009

Exhausted

Please tell me how to defend a ship which is leaking..

A Hard Knock

What's so wrong with trying and being more mature?
Got problem with that?
It sounds hard, but easy if you dash it with love

War-weary

I need to learn another lesson how to control you, and your emotion
And for my own unstable temper
I need a help

6.07.2009

For You

Every smile has a reason
And my reason here is been you

Written by me
Out of those sadly moments because of this quote

5.16.2009

Happy Day

Today, I used to be left alone at home, because all my supa-dupah-family-members went to Bandung. My mom said If they were tired, they would stay at Bandung tonight. I was kinda not interested to go that far because I thought it'd be tiring and I still had school time on Monday.
Alone, hate it. So I went to Aufar's house. His mom and auntie said that they were going to meet Teh Manda at the Hotel and they'd go to PS at dinner time. Theeeen finally, his Mom, his Auntie, his brother : Adib, Cousins : Aya, Jihan and Bunga picked up Teh Manda at Athlete Century Hotel. We went to Bilington Cafe, Plaza Senayan. Teh Manda was soooo funny, she made jokes every-freakin-time!
We laughed, kept complaining/gossiping about everything especially those Indonesian actress and actors, made jokes, requested songs and sang. Next, we went around the PS and lalalala (okay, long story) and last, they dropped me home.
Happy happy I'm so happy. Thanks God for today. Thanks Tante, Thanks Aufar, Thank you all! :) Lovelove, cups muah♥

5.09.2009

Adil?

Apa yang lo tanam, itulah yang lo panen
Apa yang lo tebar, itulah yang lo tuai
What you give is what you'll get

Salah satu teman bertukar pikiran gue membuka mata gue. Nggak semua hal itu benar. Dulu, sampai awal bulan ini, gue masih percaya 100% sama ketiga kata diatas yang artinya memang sama.
Awalnya gue yakin, kalo lo baik sama orang lo akan dibaikin lagi. Ketika lo nggak jahat sama orang, lo nggak akan dijahatin lagi. Dan seperti yang sering gue denger waktu kecil, entah dari siapa gue lupa : 'Kamu jangan pukul dia dong, emangnya kamu mau dipukul?'
Statement itu tertanam dan tersosialisasi diotak gue. Kalo lo nggak mau dipukul, jangan mukul.
Tapi ketika teman gue beberapa pekan lalu berargumentasi sama gue, begini nih ceritanya :

A(udy) : 'Lo nggak bisa gitu dong. What you give is what you'll get man. Berlaku adil dong lo!'
T(eman) : 'Jaman sekarang nggak ada yang namanya adil'
A(udy) : 'Ada! Lo nggak bisa ngomong gitu lah'
T(eman) : 'Dimana mana ada yang menang ada yang kalah'
A(udy) : 'Siklus kehidupan?'
T(eman) : 'Hidup itu kejam. Lo baik sama orang, lo ngasih hati lo buat orang itu, dan dia campakin lo? Itu yang namanya adil? Orang itu adil ke elo? Selalu ada yg diatas dan ada yang di bawah. Dan skrg posisi lo di bawah'

Intinya dari percakapan itu gue mendapat satu statement. 3 kalimat diatas tadi itu cuman berlaku saat perhitungan apa lo masuk surga atau nggak ketika kiamat nanti.
Kenapa statement gue berubah? Karena kenyataannya memang gue pernah merasakan ketidakadilan.
Gue sering bertanya-tanya, 'Salah apa sih gue si A sampe dia jahat gitu ke gue?'. Tapi nyatanya gue juga jahat sama si B. Gue berlaku tidak adil ke B. Dan gue mengalami ketidakadilan dari si A. Semua itu berakar. Intinya Siklus Kehidupan. Entah lo ada di waktu yang salah dan situasi yang salah. Ini emang nggak adil, dunia memang nggak adil untuk situasi dan kondisi tertentu yang menyakitkan (di mata gue).
A jahat ke B, B sakit hati. B terpuruk ujung-ujungnya menyakiti hati C, si C kecewa dan merasa semuanya nggak adil kenapa dia bukan di posisi si A aja biar menyakiti bukan disakiti.

Gue bener bener nggak ngerti! Adil nggak adil? Semuanya jadi lebih terlihat sulit semakin banyak gue bertukar pikiran. Terlalu banyak pertimbangan.

5.08.2009

Realistis

Berpikir realistis? Identik dengan menyakitkan dan ujung-ujungnya sakit hati? Kalo gue liat dari mata gue, jawaban gue : Nggak, kalau kita ngomogin jangka panjang ya. Kenapa?
Kalau gue, sesakit apa pun itu, seberat apa pun gue harus nerima itu, gue nggak pengen berandai-andai lagi,
'Seandainya saat itu gue..'
'Ah sumpah ya coba gue nggak .. harusnya kan gue .. '
Sekarang apa gunanya coba? Menyesal? Udah berjuta-juta orang bilang kan kalo penyesalan datang belakangan? Terus apa gunanya lo tetep berandai andai? Itu cuman buat diri lo merasa bersalah dan ngerasa bodoh lebih dan lebih lagi. Dan sekarang buat apa lo membuat diri lo bodoh di depan diri lo sendiri? Memangnya lo mau jadi orang bodoh? Malu man!
Berpikir berdasarkan fakta. Itu maksud gue. Ketika lo pengen mendapatkan nilai 100 dari guru lo, tapi bahkan lo nggak berusaha keras untuk dapetinnya, menurut lo, lo pantes dapetin itu? Dan lo langsung down karena lo gagal? Apa gunanya?
  • Fakta pertama : Lo pengen banget dapet 100
  • Fakta kedua : LO NGGAK BERUSAHA MAKSIMAL
  • Fakta ketiga : Lo dikasih nilai 20 sama guru lo
Nah sekarang pertanyaan gue, 'Kenapa guru lo harus ngasih lo nilai bagus kalo lo aja nggak berusaha?'
Lihat fakta. Lihat dari sisi lo apa yg udah lo usahain. Lihat dari sisi guru lo kenapa si guru bisa ngasih nilai jelek.
Ini perumpamaan. Mungkin terlalu simpel situasinya. Tapi apapun masalahnya. Lo harus pandang dari semua arah kan? Kalau menurut gue, itu bakal melatih kepekaan lo kok, It works for me, really
Berpikir Fakta dan cari akar permasalahannya. Dan pertanyakan sm diri lo, 'Kenapa kayak gini ya?' Jadi lo nggak usah ulangin lagi di masa masa berikutnya.
Realistis. Kalau lo terus berhayal? Sekalinya lo sadar dan lo jatoh, mungkin susah untuk lo berdiri lagi.

Gue pun masih berusaha, jadi jangan takut mencoba.