5.09.2009

Adil?

Apa yang lo tanam, itulah yang lo panen
Apa yang lo tebar, itulah yang lo tuai
What you give is what you'll get

Salah satu teman bertukar pikiran gue membuka mata gue. Nggak semua hal itu benar. Dulu, sampai awal bulan ini, gue masih percaya 100% sama ketiga kata diatas yang artinya memang sama.
Awalnya gue yakin, kalo lo baik sama orang lo akan dibaikin lagi. Ketika lo nggak jahat sama orang, lo nggak akan dijahatin lagi. Dan seperti yang sering gue denger waktu kecil, entah dari siapa gue lupa : 'Kamu jangan pukul dia dong, emangnya kamu mau dipukul?'
Statement itu tertanam dan tersosialisasi diotak gue. Kalo lo nggak mau dipukul, jangan mukul.
Tapi ketika teman gue beberapa pekan lalu berargumentasi sama gue, begini nih ceritanya :

A(udy) : 'Lo nggak bisa gitu dong. What you give is what you'll get man. Berlaku adil dong lo!'
T(eman) : 'Jaman sekarang nggak ada yang namanya adil'
A(udy) : 'Ada! Lo nggak bisa ngomong gitu lah'
T(eman) : 'Dimana mana ada yang menang ada yang kalah'
A(udy) : 'Siklus kehidupan?'
T(eman) : 'Hidup itu kejam. Lo baik sama orang, lo ngasih hati lo buat orang itu, dan dia campakin lo? Itu yang namanya adil? Orang itu adil ke elo? Selalu ada yg diatas dan ada yang di bawah. Dan skrg posisi lo di bawah'

Intinya dari percakapan itu gue mendapat satu statement. 3 kalimat diatas tadi itu cuman berlaku saat perhitungan apa lo masuk surga atau nggak ketika kiamat nanti.
Kenapa statement gue berubah? Karena kenyataannya memang gue pernah merasakan ketidakadilan.
Gue sering bertanya-tanya, 'Salah apa sih gue si A sampe dia jahat gitu ke gue?'. Tapi nyatanya gue juga jahat sama si B. Gue berlaku tidak adil ke B. Dan gue mengalami ketidakadilan dari si A. Semua itu berakar. Intinya Siklus Kehidupan. Entah lo ada di waktu yang salah dan situasi yang salah. Ini emang nggak adil, dunia memang nggak adil untuk situasi dan kondisi tertentu yang menyakitkan (di mata gue).
A jahat ke B, B sakit hati. B terpuruk ujung-ujungnya menyakiti hati C, si C kecewa dan merasa semuanya nggak adil kenapa dia bukan di posisi si A aja biar menyakiti bukan disakiti.

Gue bener bener nggak ngerti! Adil nggak adil? Semuanya jadi lebih terlihat sulit semakin banyak gue bertukar pikiran. Terlalu banyak pertimbangan.

6 comments:

  1. audeeey, sometimes we should just do it!
    (promosi blog gue) heheheh
    sometimes, how you treat people is how you would like to be treated. i agree, but sometimes, somehow, how you treat people doesnt guarantee how people would treat you back.
    so for whatever you'd do, you should just do it :)

    ReplyDelete
  2. avi : haha yeah, nggak adil kan? padahal sebelum temen gue ngomong gitu gue masih percaya 100 % loh vi

    de : ah kamu mah de, setiap aku post yang beginian, pasti nggak ngerti

    nanda : :)

    ReplyDelete
  3. iya dy, awalnya juga gue ati2 bgt kalo mau ngapa2in, always think what other people would think and feel and say. until one day (curcol lol) gue ngga ngapa2in tapi semua org missunderstood me. jadi yaudah, it's my life. no matter how hard we try to amuse everyone, there'd be people who somehow hate it :)
    so just do it for yourself, and your beloved friends hahaha sok bijak gue

    ReplyDelete
  4. sumprit demi cepirit apapun yang kejepit dea ga ngerti. well gue ngerti sih artinya dan kamsudnya gimana yang ga gue ngerti, buat siapa??? wohoooo

    ReplyDelete